Profil Catzy, Band Pop Punk dari Pekalongan

Profil Catzy, Band Pop Punk dari Pekalongan

NexTune - Nama Catzy mulai mencuri perhatian penikmat musik independen Tanah Air setelah tampil sebagai salah satu pengisi acara di Soundrenaline 2025. Band asal Pekalongan ini hadir dengan warna musik yang segar, memadukan semangat pop punk dengan energi khas hardcore yang menjadi akar perjalanan mereka.

Catzy digawangi oleh Shofia (vokal), Maruf (gitar), Syauqi (bass), dan Hakim (drum). Meski terbilang sebagai band baru, Catzy mulai aktif berkarya sejak 2024 dan langsung menunjukkan identitas musik yang cukup kuat di tengah padatnya skena band independen Indonesia.

Berawal dari Pertemanan dan Tongkrongan Hardcore

Sebelum membentuk Catzy, keempat personelnya sudah lebih dulu saling mengenal. Mereka dipertemukan bukan lewat pop punk, melainkan melalui skena hardcore, sebuah ruang musik yang dikenal keras, intens, dan penuh solidaritas.

Menariknya, masing-masing personel Catzy pernah terlibat dalam band hardcore yang berbeda. Pengalaman tersebut membentuk karakter musikal mereka, sekaligus menjadi fondasi kuat dalam proses kreatif Catzy.

“Catzy ini terbentuk karena kita sama-sama berangkat dari musik keras, dari tongkrongan-tongkrongan yang sama,” ungkap Maruf saat ditemui usai tampil di Soundrenaline 2025.

Dari obrolan santai di tongkrongan itulah, ide untuk membentuk proyek baru mulai muncul. Mereka sepakat ingin membuat band dengan pendekatan yang lebih fleksibel, tanpa harus terikat pada satu skena tertentu.

Pop Punk dengan Energi Hardcore

Berbeda dari band hardcore yang pernah mereka jalani sebelumnya, Catzy memilih jalur pop punk sebagai identitas utama. Namun, akar hardcore tetap terasa kuat dalam karakter musik mereka, terutama lewat energi permainan instrumen dan dinamika lagunya.

Musik Catzy terdengar ceria, cepat, dan penuh semangat, tetapi tetap menyimpan agresivitas khas musik keras. Perpaduan tersebut membuat Catzy terdengar unik dan mudah dikenali.

Salah satu elemen yang paling menonjol adalah karakter vokal Shofia. Gaya vokalnya yang centil dan ekspresif memberi warna cerah pada lagu-lagu Catzy, sekaligus menjadi kontras menarik dengan latar belakang musik keras yang melekat pada para personelnya.

Dengan pendekatan ini, Catzy tidak hanya menyasar pendengar pop punk, tetapi juga membuka peluang untuk menembus berbagai skena musik lain di luar komunitas hardcore.

“Dengan adanya Catzy, kami berharap bisa main di luar skena itu saja,” tambah Maruf.

Album Debut Live and Loud

Sebagai bentuk keseriusan dalam berkarya, Catzy merilis album debut bertajuk Live and Loud pada pertengahan 2025. Album ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan mereka sebagai band yang baru seumur jagung.

Album Live and Loud berisi enam lagu, yang seluruh proses rekamannya dilakukan di Ruang Tengah Studio, Pekalongan. Dua lagu yang lebih dulu dirilis sebagai single, yakni Hell’o dan Bad Better, turut dimasukkan ke dalam album ini.

Selain itu, album ini juga memuat lagu Kill ‘em All, Back to Home, Nervous, serta Utara, yang menjadi satu-satunya lagu berlirik bahasa Indonesia dalam album tersebut.

Menariknya, setiap lagu di Live and Loud lahir dari keresahan personal para personel Catzy. Tema yang diangkat pun beragam, sehingga tiap lagu terasa memiliki karakter dan nuansa yang berbeda.

Identitas Musik yang Terbentuk Secara Alami

Meski konsep tiap lagu tidak dibuat seragam, justru di situlah kekuatan Catzy terlihat. Perbedaan latar belakang musikal tiap personel memberi pengaruh besar terhadap warna musik yang mereka hasilkan.

Alih-alih terdengar tidak konsisten, album Live and Loud justru menunjukkan bagaimana Catzy mampu meramu berbagai referensi menjadi satu kesatuan yang utuh. Energi hardcore, semangat pop punk, serta sentuhan personal para personelnya berpadu secara organik.

Hal ini membuktikan bahwa Catzy bukan sekadar proyek iseng dari tongkrongan, melainkan band yang serius membangun identitas dan arah musikalnya sendiri.

Menembus Skena yang Lebih Luas

Penampilan Catzy di Soundrenaline 2025 menjadi salah satu bukti bahwa band ini mulai mendapat tempat di kancah musik nasional. Bagi Catzy, kesempatan tersebut bukan hanya panggung besar, tetapi juga ruang untuk memperkenalkan musik mereka ke audiens yang lebih luas.

Dengan modal musikalitas yang kuat, karakter vokal yang khas, serta latar belakang skena yang solid, Catzy berpotensi menjadi salah satu band pop punk yang patut diperhitungkan dalam beberapa tahun ke depan.

Perjalanan mereka yang berangkat dari hardcore menuju pop punk menunjukkan bahwa batas antar skena musik semakin cair. Catzy hadir sebagai contoh bagaimana perbedaan latar belakang justru bisa melahirkan karya yang segar dan relevan.

Artikel Menarik Lainnya