NexTune - Google kembali menghadirkan pembaruan besar di layanan penyimpanan cloud miliknya. Mulai akhir Agustus 2025, pengguna Google Drive bisa langsung mengedit video melalui integrasi dengan Google Vids, aplikasi penyuntingan berbasis browser. Langkah ini diharapkan mempermudah proses kerja pengguna yang semakin banyak mengandalkan konten video dalam aktivitas sehari-hari.
Drive Bukan Lagi Sekadar Penyimpanan
Sebelumnya, pratinjau video di Google Drive hanya menawarkan opsi standar seperti berbagi tautan, mengunduh, atau mengatur pemutaran. Kini, sebuah tombol “Buka” berwarna ungu akan muncul di pojok kanan atas pratinjau, dan dengan satu klik pengguna langsung diarahkan ke Google Vids untuk mulai menyunting. Dengan cara ini, Drive tidak lagi hanya berfungsi sebagai gudang file, tetapi juga menjadi ruang kerja aktif bagi pembuatan konten.
Penyuntingan Cepat dengan Batasan Teknis
Google Vids menyediakan berbagai fitur dasar seperti merekam, mengunggah, memotong, menambahkan teks, hingga menyisipkan cuplikan. Namun, ada sejumlah batasan yang harus diperhatikan. Hanya video berformat MP4, Quicktime, OGG, dan WebM yang dapat diedit. Setiap klip juga dibatasi durasi maksimal 35 menit dan ukuran 4GB. Meski terbatas, fitur ini cukup relevan untuk kebutuhan penyuntingan cepat sebelum materi dibagikan ke klien, siswa, atau rekan kerja.
Fitur Khusus untuk Pelanggan Workspace
Meski terdengar menarik, integrasi Drive dan Vids tidak tersedia bagi semua pengguna. Google menegaskan bahwa layanan ini hanya bisa diakses oleh pelanggan berbayar Google Workspace, termasuk kategori Business, Enterprise Essentials, Education, Nonprofit, serta pengguna dengan paket tambahan Gemini Business, Gemini Enterprise, AI Pro, dan Ultra. Google juga memastikan fitur ini berfungsi di berbagai peramban populer, mulai dari Chrome, Firefox, hingga Edge.
Dengan pembaruan ini, Google memperlihatkan upaya seriusnya menjadikan Drive sebagai platform produktivitas yang lebih komprehensif. Meski fitur penyuntingannya masih sederhana, integrasi ini menjadi langkah awal untuk menjawab kebutuhan era digital di mana video semakin mendominasi komunikasi dan kolaborasi.









