10 Game Roblox yang Tidak Aman untuk Anak-anak, Orang Tua Harus Tahu!

10 Game Roblox yang Tidak Aman untuk Anak-anak, Orang Tua Harus Tahu!

NexTune - Roblox adalah platform permainan daring yang memungkinkan pengguna membuat, bermain, dan berbagi game buatan pengguna lainnya. Dengan lebih dari 60 juta game yang tersedia, Roblox menjadi dunia virtual tanpa batas bagi imajinasi anak-anak. Namun di balik keseruannya, tidak semua game di Roblox cocok atau aman untuk anak-anak. Sebagian di antaranya memuat konten kekerasan, dewasa, hingga elemen yang dapat mengekspos anak pada interaksi online yang berbahaya.

Orang tua perlu lebih waspada dan memahami game apa saja yang sebaiknya dihindari. Berikut ini adalah sepuluh game di Roblox yang dinilai tidak aman untuk anak-anak beserta penjelasannya.

1. Da Hood

Game ini meniru kehidupan jalanan di lingkungan berbahaya. Pemain bisa menggunakan senjata, menyerang pemain lain, menculik karakter, hingga berpartisipasi dalam kekerasan geng. Meskipun game ini populer, kontennya sangat tidak sesuai untuk anak-anak karena menormalisasi kekerasan dan perilaku kriminal.

2. Brookhaven (tanpa pengawasan)

Brookhaven pada dasarnya adalah game roleplay kehidupan sosial, namun tanpa pengawasan, anak-anak dapat menemui pemain lain yang menyalahgunakan fitur game untuk berperilaku tidak pantas. Beberapa pemain membuat konten dewasa dalam bentuk interaksi teks yang tersembunyi dan tidak sesuai untuk usia dini.

3. Condos Game (atau Game Condos)

Condos adalah istilah yang digunakan untuk game Roblox yang dibuat secara diam-diam dengan konten seksual atau interaksi dewasa. Game ini biasanya muncul dan hilang dengan cepat karena dilarang oleh Roblox, tetapi tetap bisa ditemukan oleh anak-anak yang penasaran. Ini adalah salah satu ancaman terbesar di Roblox.

4. Murder Mystery 2

Dalam game ini, pemain berperan sebagai pembunuh, sheriff, atau warga sipil, dan harus membunuh atau menghindar satu sama lain. Meskipun dikemas sebagai game misteri, namun elemen kekerasan dan pembunuhan bisa berdampak buruk pada perkembangan psikologis anak-anak yang belum bisa membedakan realitas dan fiksi.

5. Blood Engine

Sesuai namanya, Blood Engine adalah game penuh darah dan kekerasan yang memungkinkan pemain bertarung brutal menggunakan berbagai senjata. Efek visual yang menyeramkan membuat game ini tidak cocok dimainkan oleh anak-anak yang masih dalam tahap pertumbuhan emosional.

6. Survival the Killer

Game ini memberikan pengalaman "survival horror" dengan menempatkan anak-anak dalam skenario menegangkan melarikan diri dari pembunuh. Musik yang menakutkan, suasana mencekam, dan kemungkinan jump scare menjadikan game ini tidak ideal untuk usia muda, terutama yang mudah trauma.

7. Club Iris

Club Iris tampak seperti tempat bersosialisasi, tapi sebenarnya kerap menjadi tempat anak-anak terekspos pada percakapan yang tidak pantas, tarian erotis, dan roleplay dewasa. Banyak pemain dewasa menyamar sebagai remaja dan masuk ke ruang obrolan, menjadikan game ini berisiko tinggi.

8. Vibe NYC

Game ini pada awalnya terlihat seperti game santai bergaya kota, tapi sering dijadikan tempat untuk obrolan vulgar dan pertemuan virtual tak pantas. Tidak ada batasan umur yang ketat, sehingga siapa pun bisa masuk dan mengekspos anak-anak pada perilaku dewasa yang menyimpang.

9. Apartment 23

Game ini merupakan contoh lain dari condo game yang menyisipkan tema dewasa, pesta, dan simulasi hubungan yang tidak pantas untuk anak-anak. Walau sering dihapus oleh Roblox, game sejenis ini bisa muncul kembali dengan nama berbeda.

10. Raise a Floppa 

Versi asli game ini sebenarnya aman, tapi beberapa versi tidak resmi yang dibuat ulang oleh pengguna justru memasukkan konten humor gelap, kata-kata kasar, bahkan referensi ke narkoba. Anak-anak yang tidak tahu membedakan versi asli dan palsu bisa terjebak memainkannya.

Bagaimana Anak-anak Menemukan Game Roblox yang Berbahaya?

Meski Roblox memiliki sistem pelaporan dan pemfilteran konten, anak-anak masih bisa menjelajahi game baru lewat rekomendasi teman, fitur pencarian, atau iklan di dalam game. Beberapa game berbahaya juga menggunakan judul dan thumbnail yang terlihat polos atau menarik bagi anak-anak, membuatnya sulit dikenali secara sekilas.

Selain itu, anak-anak sering kali saling berbagi tautan game melalui grup atau pesan pribadi di Roblox. Ini menjadi celah bagi game tidak pantas menyebar secara diam-diam sebelum dihapus oleh sistem moderasi Roblox.

Apa yang Harus Diketahui Orang Tua Tentang Game di Roblox?

Sebagai platform terbuka, Roblox menghadirkan peluang sekaligus risiko. Orang tua harus mengetahui beberapa hal penting berikut ini:

1. Roblox Bukan 100% Aman

Meski ada filter konten dan pengawasan komunitas, banyak konten yang lolos dari sistem. Anak-anak bisa saja terpapar game yang tidak sesuai usia tanpa disadari.

2. Fitur Obrolan Bisa Dimanipulasi

Roblox memiliki fitur chat yang bisa menjadi tempat terjadinya cyberbullying, ajakan berbahaya, atau percakapan vulgar, terutama dalam game roleplay atau condo game.

3. Wajib Aktifkan Parental Control

Roblox menyediakan fitur pengawasan orang tua (parental control) yang bisa mengatur batas usia, chat, pembelian, dan game yang bisa dimainkan anak.

4. Pentingnya Dialog Terbuka

Daripada melarang total, lebih baik orang tua membangun komunikasi terbuka dengan anak, bertanya game apa yang sedang dimainkan, dan mengajak bermain bersama.

5. Gunakan Akun Keluarga

Buat akun Roblox anak dengan pengawasan langsung. Gunakan email orang tua dan atur sistem verifikasi dua langkah agar keamanan lebih terjamin.

Roblox bisa menjadi tempat yang menyenangkan dan kreatif bagi anak-anak, tetapi juga menyimpan potensi bahaya jika tidak diawasi. Sepuluh game di atas menjadi contoh nyata bahwa tidak semua yang populer aman untuk dimainkan oleh anak-anak. Edukasi, pengawasan, dan keterlibatan orang tua adalah kunci utama untuk menjaga anak-anak tetap aman di dunia virtual.

Jika Anda adalah orang tua, pendidik, atau pengasuh, pastikan untuk memahami dunia digital anak, termasuk platform seperti Roblox. Dunia maya berkembang cepat, dan hanya dengan pengetahuan serta perhatian yang cukup, kita bisa membantu anak-anak tumbuh dengan aman di tengah teknologi.

Artikel Menarik Lainnya