Resmi! 11 Game Esports Masuk dalam Daftar Pertandingan Asian Games 2026

Resmi! 11 Game Esports Masuk dalam Daftar Pertandingan Asian Games 2026

NexTune – Asian Games 2026 yang akan diselenggarakan di Aichi-Nagoya, Jepang, semakin menarik perhatian dengan kehadiran kembali cabang olahraga Esports. Dalam perhelatan sebelumnya di Asian Games 2023 Hangzhou, Esports telah resmi menjadi bagian dari ajang olahraga terbesar di Asia ini. Kini, daftar 11 game yang akan dipertandingkan telah diumumkan oleh Komite Olimpiade Asia (OCA), membawa kejutan dengan hadirnya beberapa judul baru.

Daftar Game Esports di Asian Games 2026

Melalui pertemuan OCA Executive Board Meeting ke-93 yang diadakan di Harbin, China, keputusan mengenai game yang akan dipertandingkan dalam cabang Esports di Asian Games 2026 akhirnya ditetapkan. Berikut adalah daftar resmi 11 game Esports yang akan dipertandingkan:

  1. Street Fighter 6

  2. Pokemon Unite

  3. Honor of Kings

  4. League of Legends (Asian Games Version)

  5. PUBG Mobile (Asian Games Version)

  6. Mobile Legends: Bang Bang

  7. Dreams of Three Kingdoms (kemungkinan akan digantikan oleh Identity V)

  8. Naraka: Bladepoint

  9. Gran Turismo 7

  10. eFootball Series (menggantikan EA Sports FC/FIFA Online 4)

  11. Puyo Puyo Champions

Penambahan dan Pergantian Game

Jika dibandingkan dengan Asian Games 2023 di Hangzhou, terdapat beberapa perubahan signifikan dalam daftar game yang dipertandingkan. Salah satu perubahan terbesar adalah masuknya Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) sebagai salah satu cabang kompetitif. Sebelumnya, MLBB tidak masuk dalam daftar game Esports resmi yang memperebutkan medali di Asian Games 2023, namun kini menjadi bagian dari kompetisi.

Selain itu, eFootball Series akan menggantikan EA Sports FC, yang sebelumnya lebih dikenal sebagai FIFA Online 4 dalam kategori game sepak bola. Pergantian ini dilakukan untuk memberikan variasi dalam pilihan game olahraga elektronik.

Dalam kategori game fighting, Street Fighter 6 tetap dipertahankan, tetapi kini akan bergabung dengan dua game lainnya, yaitu Tekken dan The King of Fighters dalam format baru bernama FGC Team Triathlon. Ini berarti para atlet Esports tidak hanya akan bertanding dalam satu game fighting saja, tetapi harus menguasai ketiga game tersebut dalam format turnamen yang baru.

Sementara itu, game Dreams of Three Kingdoms dikabarkan akan digantikan oleh Identity V, sebuah game bergenre horror survival yang cukup populer di Asia, terutama di China dan Jepang.

Tren Baru dalam Esports Asian Games

Kehadiran game-game baru seperti Naraka: Bladepoint dan Gran Turismo 7 juga menjadi sorotan. Naraka: Bladepoint adalah game battle royale dengan sistem pertarungan berbasis senjata jarak dekat yang memiliki popularitas tinggi di kalangan gamer Asia. Sementara itu, Gran Turismo 7 menjadi game racing yang masuk dalam daftar, menggantikan game sejenis yang pernah dipertandingkan sebelumnya.

Masuknya Pokemon Unite juga menarik perhatian, karena game MOBA berbasis Pokemon ini memiliki konsep yang sedikit berbeda dibandingkan dengan game MOBA lainnya seperti MLBB dan Honor of Kings. Hal ini menunjukkan bahwa OCA berusaha untuk menghadirkan variasi dalam kompetisi Esports agar lebih menarik bagi penonton dari berbagai latar belakang.

Dampak bagi Industri Esports Asia

Keputusan untuk kembali memasukkan Esports sebagai cabang olahraga resmi di Asian Games 2026 membawa dampak besar bagi industri Esports di Asia. Kehadiran Esports dalam ajang sebesar Asian Games tidak hanya meningkatkan legitimasi industri ini, tetapi juga memberikan peluang bagi atlet Esports untuk menunjukkan kemampuan mereka di panggung yang lebih besar.

Banyak negara Asia, termasuk Indonesia, Tiongkok, Korea Selatan, dan Jepang, telah menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan industri Esports. Dengan masuknya beberapa game baru dalam daftar Asian Games 2026, peluang bagi para atlet Esports untuk berkembang dan bersaing semakin terbuka lebar.

Menurut analis industri Esports, keputusan OCA ini juga dapat menarik perhatian sponsor dan investor yang lebih besar ke dalam dunia Esports. Turnamen internasional seperti Asian Games bisa menjadi ajang bagi merek-merek besar untuk berinvestasi di industri ini, baik dalam bentuk sponsor tim Esports maupun penyelenggaraan event yang lebih besar.

Persiapan Tim Nasional Esports

Dengan diumumkannya daftar game yang akan dipertandingkan di Asian Games 2026, berbagai negara kini mulai mempersiapkan tim nasional Esports mereka. Federasi Esports di masing-masing negara kemungkinan akan segera mengadakan seleksi untuk memilih atlet terbaik yang akan mewakili negara mereka di ajang ini.

Indonesia, sebagai salah satu negara yang memiliki basis komunitas Esports yang besar, diprediksi akan kembali mengirimkan atlet-atlet terbaiknya di Asian Games 2026. Pada Asian Games 2023 Hangzhou, Indonesia berhasil meraih medali emas dalam kategori game Mobile Legends: Bang Bang, sehingga diharapkan bisa kembali mempertahankan prestasi tersebut di ajang selanjutnya.

Sementara itu, negara-negara kuat lainnya seperti Tiongkok, Korea Selatan, dan Jepang juga diprediksi akan bersaing ketat dalam beberapa kategori game yang dipertandingkan. Tiongkok, yang dikenal sebagai raksasa Esports dunia, kemungkinan akan kembali mendominasi dalam game seperti Honor of Kings dan League of Legends, sementara Korea Selatan tetap menjadi kekuatan besar dalam game seperti Street Fighter dan eFootball.

Tantangan dalam Kompetisi Esports di Asian Games

Meskipun Esports semakin diterima dalam ajang olahraga internasional, masih ada beberapa tantangan yang harus dihadapi. Salah satunya adalah perbedaan versi game yang digunakan dalam kompetisi. Beberapa game seperti PUBG Mobile dan League of Legends menggunakan versi khusus Asian Games, yang memiliki aturan dan mekanisme berbeda dibandingkan dengan versi regulernya. Hal ini bisa menjadi tantangan bagi para atlet yang terbiasa bermain dalam versi standar game tersebut.

Selain itu, regulasi terkait kebijakan fair play dan anti-cheating juga menjadi perhatian utama dalam kompetisi Esports di Asian Games. Dengan semakin berkembangnya industri ini, penggunaan perangkat lunak ilegal dan praktik kecurangan dalam game menjadi ancaman yang harus diatasi oleh penyelenggara turnamen.

Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang, akan menjadi ajang yang sangat dinantikan oleh para penggemar Esports. Dengan masuknya kembali Esports sebagai cabang olahraga resmi, serta hadirnya beberapa game baru dalam daftar, kompetisi ini diprediksi akan semakin seru dan menarik.

Dengan perkembangan industri Esports yang semakin pesat, Asian Games 2026 diharapkan dapat menjadi momentum penting dalam melegitimasi Esports sebagai cabang olahraga yang setara dengan olahraga konvensional lainnya. Bagi para atlet Esports, ini adalah kesempatan emas untuk menunjukkan kemampuan mereka dan membawa pulang kebanggaan bagi negara masing-masing.

Bagaimana menurut kalian? Apakah daftar game di Asian Games 2026 sudah sesuai dengan ekspektasi? Siapa yang akan menjadi juara di cabang Esports Asian Games 2026? Mari kita nantikan bersama!

Artikel Menarik Lainnya