NexTune -Film horor Indonesia terbaru, Pabrik Gula, siap menghantui penonton dengan kisah mencekam yang diangkat dari cerita nyata. Dijadwalkan tayang perdana pada 31 Maret 2025, film ini telah menarik perhatian publik bahkan sebelum perilisannya. Antusiasme ini tidak lepas dari berbagai elemen menarik yang menyertai produksi film tersebut. Dari adaptasi cerita viral hingga kontroversi yang menyelimuti, berikut adalah tujuh fakta menarik seputar film Pabrik Gula yang patut Anda ketahui:
1. Adaptasi dari Thread Viral di Media Sosial
Cerita Pabrik Gula berasal dari thread horor yang ditulis oleh SimpleMan di platform media sosial X. Sebelumnya, SimpleMan juga dikenal melalui cerita KKN di Desa Penari yang sukses diadaptasi ke layar lebar. Kisah Pabrik Gula mengisahkan pengalaman mistis para buruh musiman di sebuah pabrik gula tua, yang menarik perhatian luas karena alur ceritanya yang menyeramkan dan diklaim berdasarkan kejadian nyata.
2. Sutradara dan Penulis Naskah Berpengalaman
Film ini disutradarai oleh Awi Suryadi, yang dikenal melalui karya-karya horornya seperti Danur dan KKN di Desa Penari. Skenario ditulis oleh Lele Laila, yang juga menggarap naskah KKN di Desa Penari. Kolaborasi keduanya diharapkan mampu menghadirkan atmosfer horor yang kuat dan mendalam dalam Pabrik Gula.
3. Kontroversi Poster Film
Sebelum penayangannya, Pabrik Gula sempat menuai kontroversi akibat teaser posternya yang dianggap terlalu vulgar. Poster tersebut menampilkan adegan intim antara seorang pria dan wanita yang dikelilingi oleh sosok-sosok bayangan hitam, memicu perdebatan di kalangan masyarakat mengenai kelayakan visual tersebut untuk konsumsi publik.
4. Penayangan dalam Dua Versi
Menariknya, film ini akan dirilis dalam dua versi penayangan, yaitu versi jam kuning (17+) dan versi jam merah (21+). Perbedaan keduanya terletak pada tingkat sensor yang diterapkan. Versi jam kuning lebih ramah untuk penonton remaja dengan beberapa adegan yang disesuaikan, sementara versi jam merah menampilkan adegan lengkap tanpa pemotongan, diperuntukkan bagi penonton dewasa dan ditayangkan pada malam hari.
5. Lokasi Syuting di Pabrik Gula Asli
Proses syuting dilakukan di dua pabrik gula, yaitu pabrik aktif di Cirebon, Jawa Barat, dan pabrik nonaktif di Klaten, Jawa Tengah. Pemilihan lokasi ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan adegan yang memerlukan suasana pabrik gula yang autentik dan estetis sesuai dengan nuansa horor yang diinginkan.
6. Kejadian Mistis Selama Syuting
Selama proses syuting, dilaporkan terjadi berbagai kejadian mistis, terutama di pabrik yang sudah tidak aktif. Beberapa kru dan pemeran mengalami kesurupan, serta adanya pengalaman melihat sosok-sosok misterius. Sutradara Awi Suryadi mengakui bahwa ini adalah salah satu pengalaman syuting dengan kejadian tak terjelaskan terbanyak yang pernah dialaminya.
7. Penayangan Internasional dalam Format IMAX
Selain tayang di Indonesia, Pabrik Gula juga dijadwalkan untuk rilis di Amerika Serikat pada April 2025. Menariknya, film ini akan ditayangkan dalam format IMAX, memberikan pengalaman menonton yang lebih immersif dan menegangkan bagi penonton internasional.
Dengan berbagai fakta menarik tersebut, Pabrik Gula menjadi salah satu film horor Indonesia yang patut dinantikan. Kombinasi antara cerita yang diangkat dari kisah nyata, kontroversi, serta elemen mistis yang kuat, menjanjikan pengalaman menonton yang mendebarkan.









