NexTune - Perusahaan teknologi asal Tiongkok, ByteDance, kini telah menyelesaikan kesepakatan penjualan terhadap studio game Moonton Technology, pengembang di balik game mobile populer Mobile Legends: Bang Bang. Studio ini kini berada di bawah kepemilikan Savvy Games Group, perusahaan game asal Arab Saudi dengan dukungan penuh dari Dana Investasi Publik (Public Investment Fund).
Transaksi tersebut dilaporkan bernilai sekitar USD 6 miliar (lebih dari Rp100 triliun), menjadikannya salah satu akuisisi besar dalam sejarah industri game global. Penjualan ini menandai pergeseran strategi bisnis ByteDance, yang kini memprioritaskan fokusnya pada pengembangan kecerdasan buatan (AI) dan teknologi baru lainnya di luar ranah game.
Latar Belakang Keputusan Penjualan
Moonton sebelumnya diakuisisi oleh ByteDance pada tahun 2021 dengan nilai sekitar USD 4 miliar, ketika perusahaan Tiongkok itu memperluas sayapnya ke dalam industri game untuk bersaing dengan raksasa lain seperti Tencent.
Namun setelah beberapa tahun, ByteDance memutuskan untuk membatalkan rencana penjualan pada 2024 karena berbagai pertimbangan internal. Upaya baru untuk menjual Moonton mulai muncul kembali pada 2025, dengan pembicaraan lanjutan antara kedua pihak.
Dengan selesainya proses akuisisi pada Maret 2026, Savvy Games Group resmi menjadi pemilik baru Moonton. Meski begitu, pihak manajemen Moonton diperkirakan akan tetap mempertahankan struktur tim dan operasi yang ada, sehingga perubahan drastis terhadap game Mobile Legends belum terlihat secara langsung.
Strategi Savvy Games Group di Industri Game
Savvy Games Group sendiri merupakan perusahaan milik Dana Investasi Publik Arab Saudi yang sedang agresif memperkuat posisinya di kancah global. Selain Moonton, Savvy juga melakukan akuisisi besar terhadap developer lain seperti Scopely dan ESL, serta berinvestasi dalam e‑sports dan pengembangan game di berbagai wilayah.
Tujuan akuisisi Moonton bukan hanya memperluas dominasi dalam industri game mobile, tetapi juga memperkokoh keterlibatan Arab Saudi dalam ekosistem teknologi dan hiburan di tingkat internasional.
Dampak terhadap Ekosistem Mobile Legends
Keputusan ini otomatis menimbulkan berbagai reaksi dari komunitas penggemar Mobile Legends di seluruh dunia. Bagi banyak pemain, perubahan kepemilikan ini dipandang sebagai peluang baru untuk ekspansi e‑sports, peningkatan investasi, serta potensi peningkatan prestasi kompetisi global, terutama di Asia Tenggara.
Namun, sejumlah analis juga menilai bahwa perubahan struktur pemilik dapat membawa tantangan baru, termasuk adaptasi kebijakan dan strategi pengembangan permainan secara lebih luas.










