NexTune - Dunia perfilman Tanah Air kembali menghadirkan kejutan unik. Sosok Cynthia Corla Pricillia, atau yang lebih akrab disapa Bunda Corla, resmi melebarkan sayap ke industri film dengan membintangi film komedi bertajuk Mertua Ngeri Kali. Setelah dikenal luas melalui aksi spontan dan menghibur di media sosial, kini ia bersiap memamerkan kemampuan akting di layar lebar.
Nama Bunda Corla meroket berkat gaya bicara yang lugas, ekspresi yang jujur, dan tingkah polah yang sering kali mengocok perut. Melalui siaran langsung di TikTok dan Instagram, ia berhasil mengumpulkan jutaan penggemar dari berbagai kalangan. Tidak heran bila kehadirannya di film ini langsung mencuri perhatian.
Dibintangi Sosok Otentik yang Penuh Warna
Film Mertua Ngeri Kali menjadi momen spesial karena menandai debut akting Bunda Corla. Sosok yang selama ini hanya dikenal dari layar ponsel, kini dipercaya untuk tampil dalam produksi skala besar. Kemunculannya dalam film diyakini akan membawa warna baru dalam dunia komedi Indonesia.
“Jujur aku sendiri gak nyangka bisa sejauh ini. Dulu cuma iseng live, gak mikir jadi artis. Tiba-tiba sekarang diajak main film? Ini kayak mimpi tapi nyata,” ungkap Bunda Corla dalam salah satu unggahannya di Instagram.
Energi dan gaya khasnya yang jenaka disebut-sebut cocok dengan genre film yang akan dibawakannya. Keaslian inilah yang membuat banyak orang percaya bahwa ia akan mampu menyampaikan karakter dengan kuat, meskipun ini adalah pengalaman pertamanya di dunia akting.
Kolaborasi Dua Rumah Produksi Terpercaya
Film ini digarap oleh dua rumah produksi ternama: A&Z Films dan Im-a-gin-e. A&Z Films sebelumnya sukses lewat film komedi Agak Laen yang mencetak rekor penonton nasional, sementara Im-a-gin-e dikenal lewat sitkom legendaris Tetangga Masa Gitu. Perpaduan dua studio ini memberikan harapan besar bahwa film Mertua Ngeri Kali akan menyajikan komedi berkualitas.
Proyek ini juga menggandeng Key Mangunsong sebagai sutradara. Sosok yang berpengalaman dalam menyutradarai berbagai film dan sinetron ini sebelumnya sukses menggarap Air Mata di Ujung Sajadah, sebuah drama religi yang mendapatkan banyak pujian. Dikenal sebagai sutradara yang mampu menyatukan unsur emosi dan humor, Key dipercaya mampu membimbing Bunda Corla dalam peran perdananya.
Judul Lokal yang Menggoda Tawa
Judul film Mertua Ngeri Kali sendiri sudah langsung mengundang rasa penasaran. Dengan memakai bahasa khas Medan, film ini seakan memberi isyarat bahwa cerita yang diangkat akan penuh dengan nuansa lokal dan kearifan budaya Indonesia. Apalagi, Bunda Corla sendiri merupakan putri daerah asal Medan, Sumatera Utara, yang dikenal dengan logat dan karakter yang kuat.
Meski pihak produksi belum membocorkan sinopsis secara lengkap, film ini digadang-gadang akan mengangkat kisah seputar dinamika keluarga, khususnya hubungan menantu dan mertua. Dengan pendekatan komedi yang ringan namun menggelitik, film ini ditujukan untuk penonton dari berbagai usia.
Bukan Sekadar Lucu, Tapi Jujur
Fenomena Bunda Corla di media sosial bukan hanya karena ia lucu, tetapi karena ia jujur. Karakter yang tidak dibuat-buat, bahasa yang apa adanya, serta keberanian tampil tanpa filter menjadi kekuatan tersendiri. Ia tidak berusaha menjadi orang lain, dan justru karena itu, ia berhasil merebut hati banyak orang.
Kini, tantangan barunya adalah membawakan karakter dalam cerita yang telah ditulis. Meski berbeda dari kebiasaan live spontan, Bunda Corla menyatakan siap belajar dan beradaptasi.
“Aku mau coba, aku percaya orang-orang di balik film ini pasti bantu aku. Aku gak mau jadi sempurna, aku cuma mau jadi versi terbaik diriku,” katanya saat diwawancarai dalam program talkshow baru-baru ini.
Kapan Tayang?
Saat ini, pihak rumah produksi masih merahasiakan jadwal tayang resminya. Namun, proses produksi dikabarkan telah memasuki tahap akhir. Para pemain utama sudah menyelesaikan proses syuting, dan film sedang dalam tahap pasca-produksi.
Diperkirakan, film ini akan mulai diperkenalkan ke publik melalui trailer dan sesi promosi dalam waktu dekat. Penayangan di bioskop nasional kemungkinan besar dilakukan pada kuartal akhir tahun 2025.









