NexTune – Tak perlu khawatir, ku hanya terluka
Terbiasa 'tuk pura-pura tertawa
Namun, bolehkah s'kali saja ku menangis
Sebelum kembali membohongi diri?
Lagu Runtuh yang dinyanyikan Feby Putri Feat. Fiersa Besari, menjadi inspirasi sebuah film Indonesia terbaru yang sudah tayang pada 17 Oktober 2024 yang lalu. Film yang menghadirkan aktris dan aktor kawakan ini disutradarai oleh Reka Wijaya dan merupakan film garapan Sinemaku Pictures.
Kehadiran Prilly Latuconsina (Tari) sebagai pemeran utama wanita dan Pradikta Wicaksono (Baskara), pemeran utama pria, menambah kesan mendalam pada film yang bergenre drama ini. Tak hanya berperan sebagai Tari, Prilly Latuconsina juga merangkap sebagai produser film “Bolehkah Sekali Saja Ku Menangis.”
Aksinya dalam film yang sudah tayang di bioskop seluruh Indonesia, sukses membuat para penonton merasa baper. Bahkan pada postingan Instagram Bolehkah Sekali Saja Ku Menangis, masyarakat yang masih melihat trailernya berkomentar,”Liat trailernya aja udh Brebes.”
Tak hanya satu, bahkan ada juga yang memberi komentar, “rumah yg seharusnya menjadi tempat ternyaman untuk pulang namun berbalik arah menjadi tempat seperti neraka.”
Seperti apa sih cerita di dalam film Bolehkah Sekali Saja Ku Menangis? Berikut sinopsis film yang diperankan Prilly Latuconsina, Pradikta Wicaksono, dan Surya Saputra.
Bolehkah Sekali Saja Ku Menangis
Sang ayah yang temperamental dan tak jarang melakukan kekerasan padanya. Sejak kecil Tari hidup dibayang-bayangi trauma akibat kekerasan verbal dan fisik dari ayahnya. Dia juga menyaksikan perlakuan kasar ayahnya pada ibunya dan itu meninggalkan luka yang sangat dalam pada dirinya.
Terus menerus menerima tekanan emosi, begitu beranjak dewasa Tari merasa sulit untuk menahan beban emosional yang dia rasakan. Tari dewasa berusaha mencari solusi untuk mengeluarkan ibunya dari neraka yang ayahnya ciptakan. Di sisi lain dia berusaha menyembuhkan luka-luka batinnya agar dapat menjalani hidupnya dengan baik.
Dalam kisahnya mengobati lukanya, Tari tak sendiri. Di sisinya ada Baskara (Pradikta Wicaksono) pria yang juga memiliki trauma dalam hidupnya. Hidup keduanya bersinggungan, berdua mereka mencari cara untuk keluar dari trauma di hidup mereka.
Keduanya saling menguatkan dan saling mendukung dan memutuskan untung bergabung dalam sebuah grup dukungan untuk saling menceritakan kisah kelam mereka. Dalam kelompok ini keduanya bertemu orang-orang lain yang juga hidup dalam bayangan trauma dan sedang berusaha untuk mencari jalan keluar.
Dalam kelompok ini Tari mulai membuka diri dan meluapkan semua perasaan yang selama ini terpendam. Perlahan dia mulai berani untuk bertindak agar ayahnya berhenti melakukan kekerasan. Meski tak mudah dan selalu ada halangan, Tari tak pernah putus asa dalam mengatasi luka batin dan trauma yang selama ini menghantui hidupnya.
Akankah Tari mampu keluar dari bayang-bayang trauma masa kecilnya? Bagaimana dia akan menghentikan tindakan kasar dari sang ayah? Saksikan film Bolehkah Sekali Saja Kumenangis yang sudah tayang di bioskop – bioskop kesayangan kalian semua.









